Rabu, 29 Juli 2009

SEORANG MANUSIA YANG INGIN MENCERITAKAN NASIBNYA

Aku hanya seorang mahasiswa dari sebuah university di negara orang (atau bahasa kerennya I am just student at university, bener gak ya grammer nya, hihihi). Aku hanya seorang anak pertama dari dua adik beradik (adik ku namanya Muhammad Arief Irsyadi), dan aku hanya seorang anak dari orang tua ku (Darisman(alm) dan Dewi Jannah). Dan aku pun gak tau sampai sekarang semenjak kapan aku memiliki ayah kedua ku yang sangat menyayangi ku hingga kini (Nahar Effendi), beliau rela melakukan apapun hanya untuk membuat kami berbahagia, apalagi dengan diriku yang menuntut ilmu diluar negeri yang pasti memerlukan biaya yang besar, tapi beliau selalu berusaha untuk mencukupi segala keperluan ku disini.


Aku hanya seorang manusia yang dulu kecil memiliki impian untuk menjadi seorang Tentara, dan setelah memijak SMP merubah impiannya untuk menjadi seorang Programmer yang berhasil, dan kemudian setelah aku meranjak dewasa dan memijak dibangku STM, aku ingin menjadi seorang Mechanic Professional, yang dapat ikut menjadi mekanik F1, kemudian setelah aku menjadi mahasiswa, aku malah mengambil jurusan Diploma in Information Technology, yang memang sebenarnya aku udah gak minat, karena ini hanya impian ku saat SMP, namun aku tetap harus jalani nya, dan aku harus tetap berhasil dijurusan ini. Dan sekarang aku yang hanya mahasiswa ini udah duduk di semester 7 (yang terpaksa menambah 1 semester lagi agar dapat selesai).


Kini seakan semua impian ku seakan kabur, karena seorang mahasiswa ini gak tau harus kemana mencari uang untuk menyelesaikan biaya kuliahanya, karena mahasiswa ini gak berani untuk mencerita kan kepada kedua orang tuanya bahwa ada mata kuliah yang harus diambilnya. Mahasiswa ini sempat berusaha melakukan apa aja untuk mendapat biaya kuliah nya, namun hampir disekian penghujung usaha nya, dia mulai merasa buntu dan merasa putus asa, karena biaya yang dicarinya belum mencapai target, dan hanya satu bulan lagi dia harus mendapat kan biaya kuliahnya, kalau tdak impian semuanya yang dimilki nya akan hilang, karena tidak bisa mengikuti ujian akhirnya. Dan bila dia tetap ingin menyambung kuliahnya, pasti akan bertambah biaya yang harus dicarinya.


Mahasiswa ini mulai merasa bingung dan udah gak tau harus gimana untuk mencari jalan keluarnya, karena biaya yang harus dicarinya terlalu besar (RM3000). Mahasiswa ini ingin sekali agar bisa menyelesaikan kuliahnya, dan ingin menggapai impiannya yang walaupun terasa agak kabur. Dihatinya hanya ingin mengakhiri hidupnya aja, namun dia tetap mengingat sebuah kata ( KITA GAK AKAN TAU APA YANG TERJADI DIHARI ESOK, KALAU SEANDAINYA KITA BERHENTI DIHARI INI). Seorang mahasiswa ini hanya berharap akan keajaiban akan datang (apakah mungkin?) dan dapat menyelesaikan kuliahnya, yang ada dipikirannya cuman, bagaimana dia harus mendapatkan biaya kuliahnya itu, dan cepat selesai dari kuliahnya. Karena bila dia bisa keluar dari kampus itu dengan membawa sertificate, dia akan merubah jalan lama hidupnya yang dijalani nya dalam dunia gelap, yang hanya berniat untuk mendapatkan biaya kuliahnya itu. Dunia begitu gelap yang dijalaninya, yang mungkin orang pun gak akan peraya akan semua itu, yang dia pikir, biarlah orang berpikir apa, tapi hanya Tuhan yang tau maksud apa yang dia lakukan, tapi mahasiswa itu gak tau apakah Tuhan akan memaafkannya jugak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar