Udah satu minggu ini aku hanya berpikir untuk kembali ketempat aku dilahirkan, kembali ketempat aku dibesarkan, kembali kepangkuan seorang ibu yang sangat aku cintai. Aku ingin cepat pulang, aku berharap agar masalh ku ini bisa cepat selesai, bagaiman pun, sepait apapun, aku harus berani mengatakan yang sejujurnya kepada orang tua ku, apa yang terjadi padaku, begitu termakan hati ku, dan jugak termakan tubuh ku (sampai sekarang udah menjadi kurus sekali), dan jugak rasa ingin tercabut kepala ini, karena masalh yang ku pendam selalu dan belum ada jalan keluarnya jugak. Aku akan tetap berani dan nekat untuk menceritakan kepada orang tuaku, tapi walaupun ku pikirkan pahit dan susah untuk menceritakan kepada mereka, karena aku tidak ingin menambah beban mereka, beban mereka dah terlalu besar untuk ku. Tapi aku udah gak ada jalan keluarnya lagi. Tapi apakah aku tega melakukannya??? Aku pun sendiri merasa ragu akan itu semua.
Karena masalh ini, sampai aku terkadang gak makan dua hari, dan walaupun dapt makan hanya bisa makan 1 kali sehari saja, itu pun dah rasa cukup, yang penting perut ini terganjalkan. Sampai karena kurang menjaga kesehatannya, sudah 2 minggu aku sakit dan terbaring dan sampai sekarang masih belum sembuh jugak, seminggu pertama aku sakit aku tetap berusaha untuk dapat hadir di class yang kumiliki setiap senin sampai kamis, dan tetap memikirkan gimana FYP (Final Year Project) nya tetap bisa selesai sesuai jadwal, namun mingg kedua aku sakit, aku mulai jarang masuk kampus, karena akan diriku yang udah gak fit lagi, akan diriku yang udah lemah, karena makan pun udah jarang. Tapi sebagian class yang aku rasa aku bisa pergi aku tetap pergi dan paksain diri yang lemah ini.
Hidup yang gak pernah aku bayangkan, dan belum pernah aku alami sebelumnya, aku tau aku memang gak hidup enak sebelumnya, tapi dengan aku bersama keluargaku, hidup ku tetap terasa enak dan indah. Tapi walaupu hidup ku yang sengsara ini, aku tetap jalaninya, dengan keadaan yang lemah ini, aku harus tetap bangkit, dan tetap harus mengganjal perut ku, walaupun hanya diisi dengan segelas air cappucino yang hangat, tetap terasa indah. Walaupun perut selalu berperang kelaparan, aku tetap harus bisa hidup dan harus bisa berusaha, karena aku tidak ingin menambah terlalu beban akan kedua orang tua ku.
Umi dan Dad, maafkan anak mu ini yang uda terlalu kali, aku tau dulu selama 18 tahun aku tidak pernah sejahat ini, walaupun aku emang jahat dulu. Tapi pasti kali ini Umi dan Dad tidak bisa menerima apa yang anakmu ini lakukan, maafkan anakmu ini sekali lagi. Anakmu ini udah gak tau harus gimana lagi. Umi dan Dad anakmu terlalu merindukan mu.
Karena masalh ini, sampai aku terkadang gak makan dua hari, dan walaupun dapt makan hanya bisa makan 1 kali sehari saja, itu pun dah rasa cukup, yang penting perut ini terganjalkan. Sampai karena kurang menjaga kesehatannya, sudah 2 minggu aku sakit dan terbaring dan sampai sekarang masih belum sembuh jugak, seminggu pertama aku sakit aku tetap berusaha untuk dapat hadir di class yang kumiliki setiap senin sampai kamis, dan tetap memikirkan gimana FYP (Final Year Project) nya tetap bisa selesai sesuai jadwal, namun mingg kedua aku sakit, aku mulai jarang masuk kampus, karena akan diriku yang udah gak fit lagi, akan diriku yang udah lemah, karena makan pun udah jarang. Tapi sebagian class yang aku rasa aku bisa pergi aku tetap pergi dan paksain diri yang lemah ini.
Hidup yang gak pernah aku bayangkan, dan belum pernah aku alami sebelumnya, aku tau aku memang gak hidup enak sebelumnya, tapi dengan aku bersama keluargaku, hidup ku tetap terasa enak dan indah. Tapi walaupu hidup ku yang sengsara ini, aku tetap jalaninya, dengan keadaan yang lemah ini, aku harus tetap bangkit, dan tetap harus mengganjal perut ku, walaupun hanya diisi dengan segelas air cappucino yang hangat, tetap terasa indah. Walaupun perut selalu berperang kelaparan, aku tetap harus bisa hidup dan harus bisa berusaha, karena aku tidak ingin menambah terlalu beban akan kedua orang tua ku.
Umi dan Dad, maafkan anak mu ini yang uda terlalu kali, aku tau dulu selama 18 tahun aku tidak pernah sejahat ini, walaupun aku emang jahat dulu. Tapi pasti kali ini Umi dan Dad tidak bisa menerima apa yang anakmu ini lakukan, maafkan anakmu ini sekali lagi. Anakmu ini udah gak tau harus gimana lagi. Umi dan Dad anakmu terlalu merindukan mu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar