Pada 26 Sept 2009, aku tidak menyangka menjadi hari yang menyeramkan bagi hidup ku, dan akan membahayakan pada kedua orang tua, adik, nenek, macik, dan adik sepupuku. Saat akan keajaiban yang diberikan Allah swt yang harus aku patut syukuri. Karena bantuanNya aku bias selamat skrang ni n masih sehat2 aja, walaupun hanya siku tangan kananaku aja yang dijahit karena berlubang.
Saat itu sebelumnya pada hari sabtu 26 Sept 2009 pada pukul 06.00 wib, aku dan ayah, ibu, adik, nenek, macik, n adik sepupu ku, berniat untuk pergi ke Sungai Pakning untuk bertemu kluarga aku disana, n apabila ada lebih waktu ingin berkunjung ke Istana Siak. Pada pukul 06.00 pagi itu aku, kedua orangtua ku, n adik ku, sebelum pergi kami pergi dulu menjemput nenek, macik n adik sepupuku, karena kita niat pergi bersama. Kemudian kami menunggu kluarga Pak Latif yang katanya belum lagi dapat mobil sewa, Karena mobil sewa yang di booking Pak Latif sebelum nya terjadi kecelakaan disekitar area Bagan Besar, n karena kejadian itu Pak Latif harus mencari mobil sewa yang lain.
Setelah aku menjemput nenek n macik aku, aku kelupaan untuk membawa dompet, karena didalam nya terdapat smua surat2 penting, akhirnya aku mengatakannya pada ibu ku, n sebenarnya ibu ku berat untuk pulang kerumah lagi untuk mengambil dompet aku, karena kata orang “bila berpergian yang jauh jangan kembali lagi kerumah”, tapi karena surat aku lebih penting, akhirnya kami memutuskan untuk pulang mengambil dompet aku, n ibu ku ingin ganti bajunya agar selese sikit.
Dan setelah smua siap, akhirnya kami melanjutkan perjalanan dari rumahku n berniat pergi ke Pakning, n karena menunggu kluarga Pak Latif akhirnya kami memutuskan untuk menunggu beliau beserta kluarga di Pondok kebun ku di Teluk Makmur. Dan kami menunggu disana sampai pukul 09.00 wib, n akhirnya Pak Latif beserta kluarga mendapatkan mobil sewa n langsung menuju ke tempat kami, stelah beliau sampai, kami semua dngan 2 mobil melanjutkan perjalanan, didalam perjalan pertama smua nya masih baik2 aja, cumin jalannya aja yang masih agak sedikit rusak tapi tidak berbecek.
Dan sekian jam perjalanan ada dua orang pemuda tanggung dngn mengendari sebuah sepeda motor, karena aku takut mereka akan terkena percikan air krena sebagian jalan ada yang agak becek, aku mengambil jalan sebelah kanan, tanpa sengaja mereka terkena pencretan becek dari mobil ku, karena aku piker ini bukan salah ku karena aku udah mengambil jauh dari mereka, setelah karena itu mereka mcm emosi, dan aku pun terpancing akan emosi, cuman kedua orng tua ku menyuruh aku sabar, n kami melanjutkan perjalanan lagi.
Dan akhirnya kami baru sampai dipakning sekitar pukul 11.30 wib, n baru sampai ke jlan yang baru di aspal. Trus krena aku baru dpt jalan bagus, aku mnekan gas n agak sedikit laju, kata adik ku sekita 80 km/jam. Dan tak jauh dari situ ada pembelokan kekanan, n aku lewatinya dgn lancer, n xjauh dari pembelokkan itu ada lagi belokan ke kiri, tapi sebelum pmbelokan tadi, aku melihat 2 org yang memncing emosi aku sdang berhenti ditepi jalan, aku jlan seperi biasa, n gak tau nya salah satu dari orng itu ada yang seakan ingin memukul mobil kami, karena aku ingin mengelak akhirnya aku membawa mobil ku kekanan sedikit, n g taunya didepan aku ada belokan kekiri, n karena aku udah terlanjur laju, aku tidak mengetahui klau belukan itu seperti U, dan akhrinya aku tidak tau apa yang terjadi dngn aku, setelah beberapa menit kemudian dan aku membukakan kedua mata ku, dan aku melihat, mobil ku sudah terbalik, n melihat kluarga ku didalam masih belum terlalu sdar, n aku memutuskan untuk kluar dari kaca depan dngan cari memecahkan dgn aku tending ( tapi adik ku mengatakan, kalau mobil aku berpusing sebanyak 3 kali), setelah aku kluar aku melhat kluarga Pak Latif menghampiri kami, n setelah aku berbalik, aku xdapt bayangkan bagaimana kejadian yang terjadi dgn melihat mobil ku sudah terbalik, n aku melihat siku tangan kanan ku sudah berlubang, dan aku pun mulai lemas, aku du2k ditepi jalan g jauh dari mobil ku yang udah terbalik.
Dan akhirnya satu persatu kluar dari mobil ayah, ibu, macik, n adik sepupu ku dan yang terakhir nenek ku dngan dibantu kluarga Pak Latif, aku melihat kesedihan kedua org tua ku, mereka udah tidak bisa berkata lagi. Dan ibu ku melihat tangan ku yang udah terluka, ibu ku langsung mengambil kain dan mengikat tangan ku. Dan ibu ku mnyuruh untuk melarikan aku dan ne2k ku kerumah sakit terdekat, dan akhirnya aku n ne2k ku dibawa ke RSUP Pakning. Dan sampai disna, aku menunggu beberapa menit dokter yang menangani aku n ne2k ku. Dan akhirnya tangan ku dijahit 6. Kemudian berjelang beberapa jam kluarga ku smua sampai dan melihat keadaan kami, dan sekitar pukul 16.00wib kami kluar dari rumah sakit n mnuju untuk pulang kerumah, dngan membawa mobil ku yang terbalik tadi. Alhamdulillah mobil itu bisa berjalan, dan akhirnya kami sampai dirumah pukul 22.00wib.
Dari kejadian ini aku sungguh menyesal, karena kelalain ku n tanpae memperhatikan keselamatan kluarga ku, aku udah hamper membuat maut bagi kluarga ku, tapi sangat bersyuku kepada Allah karena aku masih baik2 n smuanya selamat. Sungguh memang aku tidak bisa bayangkan.
