Malam itu 05 Sept 2009, 11.20 am waktu Malaysia, aku tidak menyangka akan menjadi malam yang menyeramkan buat ku, terlontang lanting, panic, dan memang tidak bisa melepaskn diri, n emang harus tidak melepaskan diri, harus bertanggung jawab apapun yang terjadi, dgn org yang tidak bersalah menjadi mangsa jugak. Aku tidak menyamka hal itu akan terjadi, tapi aku tau hal itu kan terjadi, tapi tak tau kapan itu akan terjadi. Dan akhirnya memang terjadi jugak. Setalah sekian lama hal itu digeluti n pasti akan terjadi jugak, sepandai2 tupai melompat pasti akan jatuh jugak, sepandai2 bangkai disimpan akan tercium jugak.
Kuharap itu hal yang terakhir yang aku alami, aku tidak ingin terjadi lagi, ya allah selamatkan aku. Aku jandi tidak akan mengulang lagi, tapi tolong bagi aku wktu sampai aku bisa menyelesaikan masalah ku, karena cuman itu jlan satu2 nya yang bisa ku buat. Niat hati emang ingin tidak melakukkannya tapi aku terpaksa ya Allah, aku harap Engkau memahaminya ya Allah. Aku mohon perlindunganMu ya Allah.
Malam itu smua yang yang menggeluti dan yang tak bersalah ikut jugak, masa itu smuanya ada 5 org. Setelah dapt kan bukti, akhirnya tidak bisa mengelak lagi dan harus mnjalani akibatnya. Seminggu terskap didalam ruangan yang hanya diselimuti dinding yang berwarna putih diatas n biru diseperempat bawah nya, dan didepannya terlihat besi yang tersusun rapi dengan tegar, yang memang tidak bisa diterobos walau bagaimana pun caranya, karena besi itu akan tetap tegar berdiri n dengan tembok dinding yang tetap kuat jugak sebagai penyelimut besi itu, dan dengan alas semen yang kotor yang dipenuhi daki dan kuman yang berserakan. Dan dengan kmar mandi yang sangat memperihatinkan. Aku dan 3 org yang lain hanya bisa du2k diam tanpa bisa berbuat apa2, kecuali hanya makan, dan makan dengan ala kadarnya, seolah org yang kelaparan, dan seperti binatang yang dibagi makan, dan selama 6 hari itu tanpa mandi dan aku hanya mencuci dan mengelap badan ku saja, emang sakit, terhina n keras, tapi itu yang harus kami jalani akibat perbuatan segelintir orng yang tidak memikirkan nasib org lain.
Selama seminggu hanya diam terpaku, dan hanya menunggu keputusan dan harus siap menjadi apapun pertanyaan. Pagi-siang-malam, tidak terasa didalam nya, smuanya berlalu begitu saja dan terasa waktu berputar lama, tapi kalau hanya disaat menemukan cahaya yang cerah baru waktu tidak terasa dijalani, tapi setelah masuk kedalm ruangan itu lagi, waktu akan terasa berjalan lama lagi. Setelah kejadian itu, 2 hari kemudian, kami harus menjawab apapun pertanyaan yang dibagi keatas diri kami masing. Dan kemudian waktunya, hanya diam terpaku diruangan itu lagi, sampai hari keenam nya, kami merasa kembali udara segar, tidur yang nyeyak, makan yang enak, hidup yang damai, dan seperti burung yang lepas dari kandangnya, tapi semua itu masih beum terlalu bebas karena masih tetap terikat dgn apa yang udah kami lakukan. Kami tetap harus menanggung nya, n menunggu sampai kami benar2 bebas, dan aku tidak akan mengulang n terjadi lagi.
Itu udah cukup menjadi pelajaran buat ku, kalau yang lain terserah mereka, tapi jangan melibatkan ku lagi. Aku jera, aku merasa rindu akan smuanya, aku mengingat akan kedua org tua ku, aku tidak ingin mengecewakan mereka, ya Allah cepat lepaskan aku dari kejadian itu, aku ingin hidup tenang lagi ya Allah.
Untuk kedua orang tua ku anak mu minta ampun dan mintak maaf sebesar2nya akan semua yang anak mu lakukan ini. Anak mu tidak ingin menrusak nama baik mu ayah/ibu, dan smua keluarga ku. Dan aku tidak akan mengulangnya lagi. Aku sayang pada mereka smua, makasih atas doa dan restunya, karena anak mu ini bisa terlepas dari belenggu kejadian itu.
